Holaa!
Liburan tanggal 18 November 2012 yang lalu aku isi
dengan jalan-jalan ke desa dimana dulu almarhum Mbah Maridjan tinggal.
Mau tahu lokasinya?
Lokasinya berada di Bebeng, Dukuh Kinahrejo, Kabupaten Sleman, DIY. Letak daerah ini berada di dekat Kawasan Wisata Kaliurang dan Kaliadem
 |
| Bekas Rumah Mbah Maridjan |
Lokasinya gak jauh kok dari jalan raya Kali Urang
Harga Tiket masuk per-orang adalah Rp. 3000,00 dan biaya parkir mobil Rp. 5000,00.
Berikut akan aku share foto-foto di lokasi tersebut.
Cekibrot!
Pemandangan yang ada di kiri jalan (barat) menuju ke lokasi. Tampak bekas sungai dan pohon-pohon yang dulunya mati dilibas awan panas mulai tumbuh kembali
Para pedagang yang berada di sekitar lokasi parkiran mobil
ini adalah foto gapura pintu masuk jalan utama ke tempat dimana mbah maridjan tinggal.
jarak dari gapura hingga desa mbah maridjan sekitar 1 kM dengan kondisi jalan menanjak
Nah, bagi yang gamau capek-capek jalan kaki, bisa nyewa ojek untuk menuju bekas rumah mbah maridjan.
Tarif ojek Rp 20.000 , 00 pulang-pergi per-orang
Di tempat ini juga menyediakan jasa wisata menggunakan motor trail dan atau mobil jeep
melalui berbagai jenis paket wisata dengan harga yang bervariasi
Setelah 15 menit jalan mendaki, akhirnya tiba di mulut jalan pintu masuk ke dusun Alm. Mbah Maridjan
Monumen Mobil APV yang terpanggang karena awan panas
Konon mobil ini merupakan kendaraan utama untuk evakuasi para masyarakat di sekitar rumah mbah Maridjan
Kompleks Bekas Rumah Mbah Maridjan. Banyak instansi pemerintah yang memasang sign
atau tulisan-tulisan mengenai penghormatan kepada mantan juru kunci tersebut
Bekas rumah Almarhum Mbah Maridjan dengan latar belakang Gunung Merapi
Foto close up bekas rumah mbah maridjan. Pondok-pondokan bambu yang ada di foto tersebut merupakan
bangunan yang dibangun para relawan untuk menghormati almarhum mbah maridjan dan untuk menandakan bahwa dulunya di tempat tersebut adalah rumah dari Alm. Mbah Maridjan. Sedangkan blok paving yang ada di kiri foto merupakan tempat dimana ditemukannya Mbah Maridjan tewas dengan kondisi badan seperti sedang melakukan gerakan "sujud"
Dulunya ditempat ini adalah ruang untuk menaruh gamelan koleksi mbah maridjan.
Masih banyak perangkat gamelan yang mungkin tertimbun abu vulkanik di bawah tempat tersebut
Gardu Pandang pengamatan merapi. Biaya naik ke atas dengan donasi sebesar Rp 3.000,00
Kali Gendol yang berada sekitar 50 meter di sebelah timur kompleks rumah mbah Maridjan.
Sungai ini tidak dialiri air, melainkan dialiri material lahar dingin dari Gunung Merapi ketika kondisi hujan
Keberuntungan penulis ketika mengunjungi wilayah tersebut dapat bersilahturahmi dan berfoto bersama Istri Almarhum Mbah Marijan, Ibu Ponirah.
Sebelum melanjutkan perjalanan pulang, mampir sebentar di kios warga setempat untuk mencicipi jadah dan tempe-tahu bacem khas kaliurang
Sekian tulisan aku kali ini. Semoga masyarakat dukuh Kinahrejo memiliki semangat baru dalam menjalani hidup.
NB : Foto-foto dalam tulisan ini adalah murni karya cipta penulis.
Jika ingin mengepost ulang dan atau menggunakannya, harap meminta ijin kepada penulis terlebih dahulu